Islam Mosque 2 Menggapai Taubatan Nasuha: hadits
Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan

3 November 2013

Islam yang Benar dan Fitnah Wahabi

      
            Islam yang benar tentu saja adalah Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam dan dianut oleh para Shahabat-shahabatnya dan orang-orang shalih yang mengikuti mereka, yaitu islam berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits dan sesuai dengan pemahaman shahabat.
           Yang kemudian dikenal dengan istilah Islam Sunni atau Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yaitu Islam yang teguh di atas Sunnah (seluruh ajaran Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam) dan mengikuti para jamaah (para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya).
           Juga dikenal dengan istilah Salafiyah (islam yang mengikuti para salafush shalih, yaitu para Shahabat, Tabi'in/murid Shahabat, Tabi'ut Tabi'in/murid Tabi'in, dan orang orang yang mengikutinya) dan, sungguh inilah Islam yang dianut oleh para imam madzhab ahlus sunnah yang 4, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal, dan ini pulalah yang dianut oleh para orang-orang shalih yang lain, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Syekh Al-Albani dan lain-lain yang tentunya sangat banyak jumlahnya.
            Islam inilah yang bukan islam hizby/aliran yang berpercah belah dan fanatik terhadap kelompoknya, namun islam yang menyatukan seluruh kaum muslimin di atas 1 jalan kebenaran dan berpegang teguh kepada dalil, baik dari Al-Qur'an maupun hadits shahih.

Sesuai dengan ayat:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153)

dan sabda Nabi:

"Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku, sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setaip bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 3991, At-Tirmizi no. 2600, dan Ibnu Majah no. 42 dengan sanad yang shahih)

         Namun sayangnya ada sebagian orang yang benci dengan kebenaran dan mencintai kefanatikan pada kelompoknya, sehingga memunculkan istilah baru yaitu WAHABI, yang mereka masukkan orang-orang bertauhid dan berpegang teguh dengan ajaran Nabi ke dalamnya.
         Mereka menyandarkan istilah wahabi itu pada Muhammad bin Abdul Wahab, ulama yang justru membersihkan kesyirikan dan kebid'ahan di tanah Arab. Lalu mereka memfitnah 'wahabi' itu dengan berbagai fitnahan tanpa bukti yang valid, menuduh mereka mengkafirkan kaum muslimin lainnya, menuduh mereka haus darah kaum muslimin, menuduh mereka melakukan konspirasi dengan yahudi dan tuduhan-tuduhan lainnya.
          Padahal. Sebenarnya fitnah mereka itu tepatnya untuk kelompok khawarij (aliran islam radikal yang dulu membunuh Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhum).

          Itulah yang sesungguhnya terjadi sekarang. Bukalah matamu dan hatimu wahai saudaraku. Jangan sampai engkau mengikuti islam tanpa tahu apa sebenarnya islam itu dan cuma mengikuti orang-orang banyak. Padahal kebenaran bukan dilihat dari jumlah pengikut, tapi kebenaran adalah apa yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits.
         Semoga Allah memberi kita hidayah dan kekuatan untuk selalu berada di atas jalan kebenaran di tengah zaman yang penuh fitnah ini.

22 Agustus 2013

Ringkasan Kajian : Hak-Hak Para Ulama (Ustadz Abdullah Roy, MA.)

HAK-HAK PARA ULAMA (K1)
Kajian Ustadz Abdullah Roy, MA.
(Lulusan S2 Universitas Islam Madinah)
Di Masjid Pogung Raya (MPR)
14 Syawal 1434 / 21 Agustus 2013 M

Hak-hak para Ulama
1. Mencintai mereka karena Allah Ta'ala
2. Menghormati mereka
3. Mengambil ilmu dari mereka
4. Berhati-hati dalam menyalahkan mereka (harus dengan ilmu)
5. Mencarikan udzur untuk ulama yang diduga salah dan tetap husnudzan
6. Sadari bahwa tidak ada seseorang yang lepas dari celaan manusia
7. Tidak menjauhi mereka walaupun mereka melakukan kesalahan yang sedikit

Dalil-dalil dan Perkataan Bijak:

1. "Sesungguhnya kalian sekarang ini pada zaman yang masih banyak Ulamanya (zaman para shahabat), sedikit khutoba' (tukang ceramahnya). Dan sesungguhnya setelah kalian akan datang suatu zaman yang banyak khutoba' (tukang ceramahnya) dan sedikit Ulamanya." (diriwayatkan oleh al-Bukhary dalam Adabul Mufrad: 789, Shahih)
*khutoba' yang dimaksud adalah orang yang pandai bicara saja tanpa mempunyai ilmu
*Ulama yang dimaksud adalah orang yang ahli dalam ilmu agama

2. "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. “Siapa yang menghina ulama, akan hilang akhiratnya. Siapa yang menghina umara’ (pemerintah), akan hilang dunianya. Siapa yang melecehkan teman-temannya, akan hilang muruahnya (kehormatannya).” (Imam Ibnul Mubarak)

4. "Maka bertanyalah pada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui" (An-Nahl:43 & Al-Anbiya':6)

5. "Tidak ada jalan untuk kita selamat dari celaan manusia, lihatlah perkara yang ada padanya kebaikan bagi dirimu dan berpegang teguhlah." (Imam As-Syafi'i)

6. “Tidak termasuk golongan kami; orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak seorang ulama.” (HR. Ahmad (V/323) dan al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

5 Agustus 2013

Langkah ketika baru pertama kali mendengar / membaca hadits


Wahai, saudaraku umat islam sekalian,
Marilah kita berhati-hati kepada hadits-hadits Dhaif (lemah) dan Maudhu' (palsu)...
karena itulah penyebab perpecahan dalam islam,
karena itulah yang membuat bid'ah semakin kuat,
karena itulah banyak manusia yang tersesat tapi merasa benar dalam kesesatannya..



Jika engkau mendengar/membaca sebuah hadits, janganlah langsung percaya, lakukan langkah berikut ini terebih dahulu:

1. Cek dulu siapa penyusun hadits dan kitabnya: jika Dirawatkan dalam kitab Shahih oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, atau keduanya (Muttafaqun 'alaih) maka hadits itu dijamin keshahihannya

2. Jika tidak dalam Shahih Bukhari atau Muslim, misal HR. Ahmad, HR. Tirmidzi, HR. Ibnu Majah dll maka lihatlah derajat hadits itu dan bacalah pendapat para Ahli Hadits mengenai hadits itu, misal pendapat Al-Albani yg menshahihkan atau menghasankan hadits itu

3. Jika tidak tertulis para penyusun hadits dan kitabnya maka coba tanya pada Ustadz yang ahli dalam bidang hadits atau cek di website terpercaya misal http://yufid.com atau http://dorar.net (panduan untuk mengecek hadits di dorar: http://goo.gl/mlhNs)

4. Ingatlah bahwa hanya hadits Shahih dan Hasan yang bisa diamalkan dan dijadikan dasar dalam beragama. Jika hadits itu ternyata Dhaif atau Maudhu' maka jangan ragu untuk meninggalkannya.

Semoga bermanfaat. WAllahu a'lam bisshawab.

21 Maret 2013

Hadits Arbain An-Nawawi ke-19 (Wasiat Rasulullah pada Ibnu Abbas untuk Minta Tolong dan Berlindung pada Allah)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
            Arba'in adalah salah satu kitab Imam An-Nawawi yang paling terkenal. Kitab ini berisi 42 hadits Rasulullah SAW yang sangat bermakna dan cocok dijadikan pegangan hidup umat muslim. Untuk mendownload Hadits Arba'in An-Nawawi KLIK DISINI (CHM) atau KLIK DISINI (PDF)

         Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hadits ke-19. Hadits ini disampaikan oleh Rasulullah pada Ibnu Abbas yang saat itu masih kecil. Rasulullah berpesan pada Ibnu Abbas untuk minta tolong dan berlindung bagi Allah semata. Hadits mengajarkan bahwa jika hamba mengingat Allah di waktu mendapat kesenangan, maka Allah akan membantunya di waktu mendapat kesusahan. Hadits ini juga mengingatkan untuk beriman kepada takdir yang telah Allah tetapkan.
.

عن أبي العباس عبدالله بن عباس رضي الله عنه قال كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوماً فقال " يا غلام , إني أعلمك كلمات : احفظ الله يحفظك , احفظ الله تجده تجاهك , إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله , واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك , وإن اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك , رفعت الأقلام وجفت الصحف " رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي : احفظ الله تجده أمامك , تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة , واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبك وما أصابك لك يكن ليخطئك , واعلم أن النصر مع الصبر , وأن الفرج مع الكرب , وأن مع العسر يسراً
Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : "Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." (HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih. Dalam riwayat selain Tirmidzi (HR. Ahmad, Abu daud dan Ibnu Majah yang dishahihkan oleh Al-Albani) : “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”)

Kandungan Hadits :
1. Perhatian Rasulullah shallallahuàlaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman. 
2. Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya. 
3. Siapa yang konsekuen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di
dunia dan akhirat.
4. Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan
seseorang dari kesulitan. 
5. Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah
semata.
6. Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala. 
7. Menghormati waktu dan menggunakannya untuk sesuatu yang bermanfaat sebagaimana Rasulullah
shallallahuàlaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.

Murajaah: DR. Muh. Mu'inudinillah Bashri & Maerwandi Tarmizi
Penerjemah: Abdullah Haidhir
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI (CHM) atau KLIK DISINI (PDF)

10 Maret 2013

Ingatlah Wasiat Rasulullah (Wallpaper Hadits Islam)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Berikut adalah wallpaper hadits "Wasiat Rasulullah" semoga kita diberi kekuatan dan istiqomah dalam melaksanakan wasiat ini.
 


عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يل رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال - أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة - رواه أبوداود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,"Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat" Rasulullah bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)


Pelajaran:
1.     Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.
2.     Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.
3.     Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4.     Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5.     Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama
Murajaah: DR. Muh. Mu'inudinillah Bashri & Maerwandi Tarmizi
Penerjemah: Abdullah Haidhir
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI



Hidup Seperti Pengendara Istirahat Sejenak (Wallpaper Hadits Islam)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Berikut adalah wallpaper hadits tentang zuhud terhadap dunia. Semoga kita bisa merenungi dan menjadikan teladan hadits berikut.


مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)

8 April 2012

Lebih Hina Dari Bangkai Kambing Cacat : Hakikat Dunia (5)




Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu, beliau bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar melalui sebagian jalan dari arah pemukiman, sementara orang-orang [para sahabat] menyertai beliau. Lalu beliau melewati bangkai seekor kambing yang telinganya cacat (berukuran kecil). Beliau pun mengambil kambing itu seraya memegang telinga nya. Kemudian beliau berkata, “Siapakah di antara kalian yang mau membelinya dengan harga satu dirham?”. Mereka menjawab, “Kami sama sekali tidak berminat untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”. Beliau kembali bertanya, “Atau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?”. Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?” Beliau pun bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah daripada bangkai ini di mata kalian.” (HR. Muslim [2957])


Lebih Hina Dari Sayap Nyamuk : Hakikat Dunia (4)


لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ


“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” 
(HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

3 April 2012

Download Gratis Hisnul Muslim: Kumpulan Do'a Dan Dzikir Lengkap Sehari Hari Bersumber Dari Al Qur'an Dan Hadits Shahih Bahasa Indonesia

Hisnul muslim adalah sebuah kitab kecil yang ditulis oleh Syekh Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani yang berisi kumpulan doa dan dzikir sehari hari lengkap bersumber dari Al Qur'an dan Hadits Shahih, dan tertuliskan pula asal dan tingkatan haditsnya. Kitab ini sebaiknya wajib dimiliki oleh setiap muslim utamanya di Indonesia.

Silakan download (sudah dalam bahasa Indonesia)
PDF: Klik disini
CHM: Klik disini
 (Saran: sebaiknya download keduanya sekaligus, untuk saling melengkapi)

1 April 2012

Hadits Arba'in An-Nawawi ke-34 (Kewajiban mengingkari kemungkaran)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
         Arba'in adalah salah satu kitab Imam An-Nawawi yang paling terkenal. Kitab ini berisi 42 hadits Rasulullah SAW yang sangat bermakna dan cocok dijadikan pegangan hidup umat muslim. Untuk mendownload Hadits Arba'in An-Nawawi KLIK DISINI.
       Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hadits ke-34. Hadits ini merupakan salah satu dasar bahwa kita mempunyai kewajiban untuk melakukan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar" (Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan) sesuai kemampuan yang kita punyai. Amar ma'ruf nahi munkar pun  merupakan bukti bahwa kita termasuk orang yang beriman.


عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه – قال : قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول - من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه و ذلك أضعف الإيمان - رواه مسلم
Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”.
[Muslim no. 49]
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.     Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya.
2.     Ridho terhadap kemaksiatan termasuk diantara dosa-dosa besar.
3.     Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.
4.     Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan.
5.     Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.
  
Murajaah: DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASHRI, MAERWANDI TARMIZI
Penerjemah: ABDULLAH HAIDHIR
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI



Hadits Arba'in An-Nawawi ke-28 (Gigit Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
         Arba'in adalah salah satu kitab Imam An-Nawawi yang paling terkenal. Kitab ini berisi 42 hadits Rasulullah SAW yang sangat bermakna dan cocok dijadikan pegangan hidup umat muslim. Untuk mendownload Hadits Arba'in An-Nawawi KLIK DISINI.
          Pada kesempatan kali ini, kita membahas Hadits ke-28. Hadits ini merupakan wasiat Rasulullah yang sangat benar, indah, bermakna mendalam dan harus kita patuhi. 




عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يل رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال - أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة - رواه أبوداود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,"Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat" Rasulullah bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)


Pelajaran:
1.     Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.
2.     Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.
3.     Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4.     Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5.     Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama
Murajaah: DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASHRI, MAERWANDI TARMIZI
Penerjemah: ABDULLAH HAIDHIR
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI



25 Maret 2012

Aku Hanyalah Pengembara : Hakikat Dunia (1)



مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا


“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” 
(HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)