Islam Mosque 2 Menggapai Taubatan Nasuha: zuhud
Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan

10 Maret 2013

Hidup Seperti Pengendara Istirahat Sejenak (Wallpaper Hadits Islam)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Berikut adalah wallpaper hadits tentang zuhud terhadap dunia. Semoga kita bisa merenungi dan menjadikan teladan hadits berikut.


مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)

1 Mei 2012

Kita Hanyalah Tamu : Hakikat Dunia (8)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
      Pada kesempatan kali ini marilah kita simak perkataan mengenai hakikat dunia dari Abdullah bin Mas'ud, seorang sahabat ke enam yang paling dahulu masuk islam. Ia hijrah ke Habasyah dua kali, dan mengikut semua peperangan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Dalam perang Badar, Ia berhasil membunuh Abu Jahal. Beliau datang ke Medinah dan sakit disana kemudian wafat pada tahun 32 H dan dimakamkan di Baqi, Utsman bin ‘Affan ikut menshalatkannya.

Abdullah bin Mas'ud:
"Tiadalah seseorang di dunia itu adalah seperti Tamu dan Hartanya adalah Titipan. Tamu pasti pergi dan hartanya pasti akan dikembalikan."
       Sungguh benar dan bermakna yang mendalam ucapan ini. Kita di dunia ini hanyalah tamu yang singgah sejenak dan pasti kita akan pulang ke rumah kita yang sebenarnya di alam Akhirat yang kekal. Harta yang dengan susah payah kita kumpulkan pun akhirnya tidak berguna lagi bagi kita. Harta baik berupa uang, jabatan, anak-anak yang kita sayangi hanyalah titipan dari Allah dan akhirnya juga akan kembali pada-Nya.

        Maka tergantung kita sendiri. Mau memilih dunia yang semu? yang di sisi Allah tidak lebih berharga dari bangkai kambing dan sayap nyamuk, atau Akhirat yang kekal dan mulia di sisi-Nya?



15 April 2012

Carilah Akhirat, Jangan Lupa Bagianmu Di Dunia!



وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(Al Qashash : 77)

Hanya Permainan Belaka : Hakikat Dunia (7)



اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.
(Al Hadid : 20)

Hanya Sandiwara Belaka : Hakikat Dunia (6)


وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
"Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan gurauan dan permainan semata-mata. Sesungguhnya akhirat itulah sebenar-benar hidup sekiranya mereka benar-benar mengetahui."
(Al-Ankabut: 64)


8 April 2012

Lihatlah Orang Dibawahmu Dan Bersyukurlah!

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)

Lebih Hina Dari Bangkai Kambing Cacat : Hakikat Dunia (5)




Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu, beliau bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar melalui sebagian jalan dari arah pemukiman, sementara orang-orang [para sahabat] menyertai beliau. Lalu beliau melewati bangkai seekor kambing yang telinganya cacat (berukuran kecil). Beliau pun mengambil kambing itu seraya memegang telinga nya. Kemudian beliau berkata, “Siapakah di antara kalian yang mau membelinya dengan harga satu dirham?”. Mereka menjawab, “Kami sama sekali tidak berminat untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”. Beliau kembali bertanya, “Atau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?”. Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?” Beliau pun bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah daripada bangkai ini di mata kalian.” (HR. Muslim [2957])


Lebih Hina Dari Sayap Nyamuk : Hakikat Dunia (4)


لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ


“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” 
(HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

3 April 2012

Seorang Perempuan Tua yang Berdandan : Hakikat Dunia (3)


Dunia adalah ibarat seorang perempuan tua yang jelek, keriput, ompong dan penipu suami-suaminya. Kemudian dia berdandan dengan maksimal, hingga tertutupi semua cacat-cacatnya dan aib-aibnya. Lalu dia keluar dan menampakkan keindahan semunya. Setiap orang yang melihatnya merasa terkesan dengannya dan ingin menikahinya.

Iapun berkata, "Barangsiapa ingin menikahiku, tidak perlu memakai mahar/mas kawin. Hanya saja Akhiratmu harus kau lepas, karena aku madu, dan tidak mau dimadu."

Kemudian orang-orang yang melihatnya terkesima dan rela melepaskan akhirat mereka untuk menikahi wanita itu. Pada malam pertama, dibuka pakaiannya, ternyata dia seorang tua yang ompong dan keriput. Mereka pun menyesal dan ada yang langsung menceraikannnya

"Kau penipu, aku ceraikan kamu."

Ia merupakan orang yang beruntung. Ia tertipu dengan dunia dan segera sadar.
Namun ada juga yang mengatakan.

"Sudah terlanjur basah, mandi sekalian saja."

Maka ia tenggelam di kehidupan dunia dan tinggal penyelesaian-penyelesaian di akhirat nanti.

Naudzubillah min dzalik. Semoga kita selalu dilindungi Allah dari tipu daya dunia, kesenangan semu yang sementara dan menipu, dan dapat meraih kenikmatan surga-Nya yang kekal.


(Disarikan dari ceramah ustadz Abdullah Shaleh Hadrami: "bahaya cinta dunia")

Daun Timbangan : Hakikat Dunia (2)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
      Pada kesempatan kali ini marilah kita simak perkataan Aun bin Abdullah, putra Abdullah bin Ja'far, seorang salafush shaih, tentang perbandingan dunia dan akhirat

Aun bin Abdillah (salafush shalih) :
"Dunia dan akhirat di hati seorang hamba, ibaratnya 2 daun timbangan. Apabila yang satu lebih berat, maka satunya lebih ringan"

      Subhanallah, betapa bermakna ucapan beliau. Memang benar bahwa dunia dan akhirat tidak mungkin bisa berjalan bersama-sama. Jika ada orang yang berkata, "Dunia dan  akhirat harus seimbang," perkataan itu hanyalah ucapan manis belaka tapi tidak mungkin bisa dipraktekan. Jika dunianya lebih, maka akhiratnya akan kurang, dan sebaliknya jika akhiratnya lebih, maka dunianya kurang.
 
Maka tergantung kita sendiri. Mau memilih dunia yang semu? yang di sisi Allah tidak lebih berharga dari bangkai kambing dan sayap nyamuk, atau  Akhirat yang kekal dan mulia di sisi Allah?

25 Maret 2012

Aku Hanyalah Pengembara : Hakikat Dunia (1)



مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا


“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” 
(HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)