Islam Mosque 2 Menggapai Taubatan Nasuha

5 Agustus 2013

Langkah ketika baru pertama kali mendengar / membaca hadits


Wahai, saudaraku umat islam sekalian,
Marilah kita berhati-hati kepada hadits-hadits Dhaif (lemah) dan Maudhu' (palsu)...
karena itulah penyebab perpecahan dalam islam,
karena itulah yang membuat bid'ah semakin kuat,
karena itulah banyak manusia yang tersesat tapi merasa benar dalam kesesatannya..



Jika engkau mendengar/membaca sebuah hadits, janganlah langsung percaya, lakukan langkah berikut ini terebih dahulu:

1. Cek dulu siapa penyusun hadits dan kitabnya: jika Dirawatkan dalam kitab Shahih oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, atau keduanya (Muttafaqun 'alaih) maka hadits itu dijamin keshahihannya

2. Jika tidak dalam Shahih Bukhari atau Muslim, misal HR. Ahmad, HR. Tirmidzi, HR. Ibnu Majah dll maka lihatlah derajat hadits itu dan bacalah pendapat para Ahli Hadits mengenai hadits itu, misal pendapat Al-Albani yg menshahihkan atau menghasankan hadits itu

3. Jika tidak tertulis para penyusun hadits dan kitabnya maka coba tanya pada Ustadz yang ahli dalam bidang hadits atau cek di website terpercaya misal http://yufid.com atau http://dorar.net (panduan untuk mengecek hadits di dorar: http://goo.gl/mlhNs)

4. Ingatlah bahwa hanya hadits Shahih dan Hasan yang bisa diamalkan dan dijadikan dasar dalam beragama. Jika hadits itu ternyata Dhaif atau Maudhu' maka jangan ragu untuk meninggalkannya.

Semoga bermanfaat. WAllahu a'lam bisshawab.

4 Agustus 2013

Daftar Website / Situs Rujukan Ilmu Islam Terpercaya Berbahasa Indonesia


           Berikut ini adalah daftar website Ilmu islam yang update dan sudah terpercaya kebenaran ajaran Islam yang disampaikannya, yaitu Islam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah dengan pemahaman Salafush Shalih. Website-website atau situs-situs berikut bisa digunakan untuk menimba ilmu Islam dan menjawab pertanyaan seputar Islam yang masih meragukan atau belum tahu jawabannnya secara pasti. Silakan website-website berikut dikunjungi satu-persatu dan informasi ini harap disebarkan. Jazakallahu khoiron katsiron.



Search Engine Islam:
1. http://www.yufid.com                     : Search engine yang sudah difilter hanya menampilkan website
                                                           yang terpercaya keilmuan islamnya

Ilmu islam:
1. http://www.muslim.or.id                 : Website ilmu Islam paling populer dan lengkap di Indonesia
2. http://www.rumaysho.com             : Dikelola oleh Ustadz Abduh Tuasikal
3. http://www.konsultasisyariah.com  : Konsultasi/tanya seputar Islam
4. http://www.muslimah.or.id             : Khususnya untuk para muslimah
5. http://www.firanda.com                 : Dikelola oleh Ust. Firanda Andirja, MA (Lulusan S2 Jurusan Aqidah
                                                          Universitas Islam Madinah)
6. http://www.remajaislam.com         : Ilmu islam tentang permasalahan remaja
7. http://www.asysyariah.com           : Ilmu islam umum
8. http://www.kajianislam.net            : Dikelola oleh Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami
9. http://www.almanhaj.or.id             : Ilmu islam umum
10. http://www.salamdakwah.com      : Ilmu islam umum
11. http://www.pengusahamuslim.com : Menjadi Pengusaha muslim yang profesional
12. http://www.ustadzaris.com            : dikelola oleh Ust. Aris Munandar
13. http://www.gensyiah.com              : tentang kesesatan Aliran Syiah
14. http://www.majalahalfurqon.com   : dikelola oleh redaktur majalah Islam Al-Furqon

Ceramah dan Murottal Al-Qur'an:
1. http://www.kajian.net                     : Ceramah dan Murottal lengkap dari para ustadz yang sudah
                                                           terpercaya keilmuan Islamnya

Radio Islam Online:
1. http://www.radiorodja.com
2. http://www.radiomuslim.com

TV Islam:
1. http://www.rodja.tv
2. http://www.insantv.com
3. http://www.ihsan.tv
4. http://www.wesalindo.tv

Youtube:
1. http://www.youtube.com/user/rodjatv
2. http://www.youtube.com/user/moslemchannel
3. http://www.youtube.com/user/MTDHK050581

Jika ingin mendapat dafar yang lebih rinci lagi silakan dirujuk ke:
1. http://muslim.or.id/link
2. http://www.kajian.net/link-belajar-agama-islam

23 Mei 2013

Cara Taubat Dan Cara Meninggalkan Dosa Besar dan Maksiat


Cara Taubat

1. Benar-benar menyesali perbuatan tersebut 
2. Berhenti dari perbuatan tersebut 
3. Berjanji untuk tidak mengulanginya. Apabila ternyata masih mengulanginya, maka hal tersebut belum dikatakan taubat nasuha (taubat yang sebenarnya)
Cara Meninggalkan Dosa Besar
Meninggalkan dosa besar yang sudah menjadi kebiasaan memanglah sangat berat. Oleh karena itu, saya akan menyebutkan beberapa hal yang mudah-mudahan bisa merubah kebiasan tersebut. Berikut ini beberapa langkah yang mungkin bisa saudara lakukan:
  1. Mensucikan niat agar benar-benar ikhlas hanya untuk Allah
    Jika seseorang benar-benar ikhlas dalam bertaubat kepada Allah, insya Allah, Allah akan menghidupkan hatinya untuk selalu taat kepada-Nya dan menjauhi segala yang bertentangan dengan ketaatan tersebut.
  1. Melakukan semua hal yang dicintai oleh Allah
    Orang yang benar-benar ikhlas dalam bertaubat maka akan terbimbing untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dicintai oleh Allah dan mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah serta menjahi perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah dan membenci orang-orang yang dibenci oleh Allah.
  1. Menuntut dan memperdalam ilmu agama 
    Hal-hal yang dicintai oleh Allah sangatlah banyak, begitu pula dengan hal-hal yang dibenci oleh Allah, jumlahnya juga sangat banyak. Oleh karena itu, seseorang yang ingin benar-benar bertaubat harus mau mempelajari ilmu agama. Dengan ilmu yang dia dapatkan, maka dia bisa membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga ilmu akan menuntun dia untuk selalu mengamalkan apa-apa yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  1. Berusaha dengan keras dengan membuat jadwal rutin ibadah 
    Setelah mengetahui beberapa amalan yang dicintai oleh Allah, maka seorang yang ingin bertaubat harus mempraktikkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah didapatkan. Untuk mengerjakan banyak amalan yang dicintai oleh Allah, dia harus membuat jadwal rutin ibadah wajib dan sunnah, kemudian memaksa dirinya untuk mengerjakannya sesuai kemampuan yang dia miliki, meskipun sedikit tetapi terus-menerus.
  1. Berusahalah meninggalkan pengaruh buruk lingkungan tempat saudara tinggal 
    Pada kisah tentang pembunuh seratus orang di atas, orang yang berilmu manasihati dia agar pindah ke negeri yang baik dan meninggalkan negerinya yang buruk. Begitu pula dengan saudara, jika saudara merasa bahwa di lingkungan saudara ada banyak orang yang shalih, maka dekatilah mereka. Tetapi jika ternyata di lingkungan saudara tidak ada atau hampir tidak ada orang yang shalih, maka saudara harus pindah dari tempat itu. Karena jika kita tidak bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan, maka kitalah yang akan mendapatkan pengaruh buruk darinya.
  1. Berteman dengan orang-orang yang shalih dan mencari teman yang bisa membantunya untuk selalu taat 
    Teman memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter atau sikap. Oleh karena itu, memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh.Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ)

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." (HR Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Ash-Shahihah no. 927)



 Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-Qaasim berkata, “Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan siapa dia bergaul (berinteraksi). Manusia bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(الْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ)

“Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala unta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing" (HR Al-Bukhari no. 3499 dan Muslim no. 187)

  1. Memperpendek angan-angan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian 
    Banyak orang Islam yang melakukan perbuatan dosa sengaja mengundurkan taubatnya, dengan mengatakan, “Mumpung masih muda, tidak mengapa bermaksiat. Nanti kalau sudah tua, barulah kita taat dan bertaubat.” Perkataan ini sangat batil, karena seseorang tidak pernah tahu, kapan dia akan diwafatkan oleh Allah. Oleh karena itu, orang yang beriman menganggap bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan hanya sebagai tempat persinggahan. Angan-angannya tidak panjang, seolah-olah setiap saat dia sedang dibuntuti dengan kematian.
  1. Menjauhi sebab-sebab yang dapat memancing syahwat 
    Banyak hal yang dapat memancing syahwat seseorang, baik televisi, internet, majalah dll. Oleh karena itu Allah mengharamkan seluruh hal yang bisa memancing syahwat seseorang untuk melakukan perbuatan zina, contohnya: Allah menyuruh wanita untuk berjilbab, terlarangnya berdua-duaan yang bukan mahramnya, terlarangnya melihat aurat dan menyentuh lawan jenis dll.
  1. Membayangkan akibat buruk dosa yang akan dilakukan, lebih baik menolak untukmengerjakannya daripada berusaha melepaskan apa yang telah dilakukan. 
    Seseorang yang berada di jalan sempit yang di kiri dan kanan jalan tersebut terdapat jurang yang sangat dalam, maka orang tersebut akan berusaha berjalan dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak terjatuh. Jika terjatuh ke jurang tersebut, maka akan sangat susah untuk naik dan kembali ke jalan tersebut. Begitulah dosa besar, lebih baik kita tidak mengerjakannya daripada terjerumus ke dalamnya. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka akan sangat susah berlepas darinya.
  1. Memperbanyak doa dan istigfar
  2. Sabar ketika taat, sabar ketika menjauhi kemaksiatan dan sabar ketika menghadapi cobaan
  3. Segeralah menikah jika masih membujang 
    Untuk orang yang belum menikah, maka “jurus ampuh” untuk berhenti dari perbuatan zina adalah dengan menikah. Dengan menikah, maka pandangan akan lebih mudah terjaga dan kemaluan seorang lelaki tidak ditempatkan kecuali di tempat yang halal baginya.
    Mengenai hukuman di dunia akibat perbuatan zina, maka di negara kita belum bisa diterapkan. Oleh karena perbanyaklah bertaubat dan perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan soleh mudah-mudahan dapat menghapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Allahu a’lam bishshawab. Wa billahittaufiq
Mudah-mudahan bermanfaat.

Dari artikel 'Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya? — Muslim.Or.Id

21 Maret 2013

Hadits Arbain An-Nawawi ke-19 (Wasiat Rasulullah pada Ibnu Abbas untuk Minta Tolong dan Berlindung pada Allah)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
            Arba'in adalah salah satu kitab Imam An-Nawawi yang paling terkenal. Kitab ini berisi 42 hadits Rasulullah SAW yang sangat bermakna dan cocok dijadikan pegangan hidup umat muslim. Untuk mendownload Hadits Arba'in An-Nawawi KLIK DISINI (CHM) atau KLIK DISINI (PDF)

         Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hadits ke-19. Hadits ini disampaikan oleh Rasulullah pada Ibnu Abbas yang saat itu masih kecil. Rasulullah berpesan pada Ibnu Abbas untuk minta tolong dan berlindung bagi Allah semata. Hadits mengajarkan bahwa jika hamba mengingat Allah di waktu mendapat kesenangan, maka Allah akan membantunya di waktu mendapat kesusahan. Hadits ini juga mengingatkan untuk beriman kepada takdir yang telah Allah tetapkan.
.

عن أبي العباس عبدالله بن عباس رضي الله عنه قال كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوماً فقال " يا غلام , إني أعلمك كلمات : احفظ الله يحفظك , احفظ الله تجده تجاهك , إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله , واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك , وإن اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك , رفعت الأقلام وجفت الصحف " رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي : احفظ الله تجده أمامك , تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة , واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبك وما أصابك لك يكن ليخطئك , واعلم أن النصر مع الصبر , وأن الفرج مع الكرب , وأن مع العسر يسراً
Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : "Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." (HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih. Dalam riwayat selain Tirmidzi (HR. Ahmad, Abu daud dan Ibnu Majah yang dishahihkan oleh Al-Albani) : “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”)

Kandungan Hadits :
1. Perhatian Rasulullah shallallahuàlaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman. 
2. Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya. 
3. Siapa yang konsekuen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di
dunia dan akhirat.
4. Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan
seseorang dari kesulitan. 
5. Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah
semata.
6. Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala. 
7. Menghormati waktu dan menggunakannya untuk sesuatu yang bermanfaat sebagaimana Rasulullah
shallallahuàlaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.

Murajaah: DR. Muh. Mu'inudinillah Bashri & Maerwandi Tarmizi
Penerjemah: Abdullah Haidhir
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI (CHM) atau KLIK DISINI (PDF)

12 Maret 2013

Pengertian atau Definisi Taubat dan Tata Cara Taubatan Nasuha (Taubat yang benar)



 Dalil mengenai taubat:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً
“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)

فَإِنَّهُ كَانَ لِلأَوَّابِينَ غَفُوراً
“Karena sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya.” (QS. Al Israa’: 25)

Definisi Taubat:

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –rahimahullah- menjelaskan,
Taubat berarti:
الندم على الماضي والإقلاع منه والعزيمة أن لا يعود فيه

“Menyesali (dosa) yang telah lalu, kembali melakukan ketaatan dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi.” Inilah yang disebut taubat.

Syarat / Tata cara melakukan Taubat yang benar:

1.      Berniat ikhlas bertaubat karena mencari ampunan Allah Semata
2.      Mengakui dan menyesali dosa
3.      Berhenti dari dosa
4.      Berjanji dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu
5.      Mengembalikan hak orang yang dizalimi jika dosanya berhubungan dengan orang lain
6.      Boleh juga ditambah dengan melakukan Shalat Taubat 

Dalil tentang Sholat Taubat:

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. At-Turmudzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Tata Cara Shalat Taubat
  1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunah).
  2. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat yang lainnya, sama persis.
  3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat. Bacaannya sama dengan shalat yang lain.
  4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
  5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.
  6. Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk shalat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya.
  7. Inti dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ 
ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
“Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.” (QS. Az Zumar: 53-54)


    Referensi:

10 Maret 2013

Ingatlah Wasiat Rasulullah (Wallpaper Hadits Islam)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Berikut adalah wallpaper hadits "Wasiat Rasulullah" semoga kita diberi kekuatan dan istiqomah dalam melaksanakan wasiat ini.
 


عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يل رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال - أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة - رواه أبوداود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,"Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat" Rasulullah bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)


Pelajaran:
1.     Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.
2.     Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.
3.     Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4.     Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5.     Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama
Murajaah: DR. Muh. Mu'inudinillah Bashri & Maerwandi Tarmizi
Penerjemah: Abdullah Haidhir
Ingin download 42 Arba'in An-Nawawi?
KLIK DISINI



Hidup Seperti Pengendara Istirahat Sejenak (Wallpaper Hadits Islam)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Berikut adalah wallpaper hadits tentang zuhud terhadap dunia. Semoga kita bisa merenungi dan menjadikan teladan hadits berikut.


مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)